Buat kawan-kawan setia blog ini yang mau mendengarkan cerita dewasa dalam bentuk audio (suara cewek bos!) silahkan klik Disini Jangan lupa rajin-rajin berkunjung ke blog ane and jaga sikap kawan-kawan terhadap saudari-saudari kita. Cewek-cewek juga manusia gan. Dipergunakan untuk keperluan pribadi, TITIK

Minggu, 25 September 2011

Cerita Dewasa Ngentot cewek berjilbab di atas kapal laut

Perkenalkan, aku Andi, aku akan menceritakan pengalamanju ngentot dengan seorang cewek berjilbab di atas kapal.

Saat pekerjaanku di bagian timur Indonesia rampung, aku berencana pulang ke Jakarta. aku mo naik kapal laut aja dech…karena selama ini kalau bepergian aku belum pernah naik kapal laut…

Tiba saatnya aku menuju pelabuhan. setelah segala macam proses pemeriksaan tiket dan bercampur aduk dengan para penumpang, aku naik dan masuk ke kamarku yang kelas 1 dan tentunya kamar kelas 1 aku yang sendiri menempatinya. langsung aku bergegas membersihkan diri, setelah mandi diatas. aku berjalan-jalan di Dek kapal sambil menunggu sebentar lagi kapal akan berangkat..wahhh..kalo selama 1 minggu diatas kapal tidak ada yang bisa bikin buat seger…jadi tambah pusing neh .”ujarku di dalam hati..setelah melihat-lihat sekeling kapal dan akhirnya aku berdiri di pinggiran kapal sambil melihat kebawah siapa tau aja ada yang bisa nemanin aku selama seminggu ini hehehhe..

Mataku tertuju pada seorang cewek muda berjilbab kira-kira berumur 21 tahunan bersama temannya yang kira-kira umurnya 15 tahunan lah dan sebelahnya di antar seorang lelaki yang kemudian kembali ke pelabuhan karena cumak mengantarnya…setelah itu mereka berdua naik ke kapal dan tak lama kemudian kapal berangkat meninggalkan pelabuhan dan lelaki itu melambaikan tangganya kepada adiknya itu…setelah kapal menjauh dari pelabuhan, hmmm aku mulai mendekati cewek muda itu dan mulai berkenalan…”nama ku Andi, aku tujuan Jakarta “ujarku. cewek itu sekilas melihat aku dan senyumnya mengembang di bibirnya yang tipis. Tak lama kemudian di berucap : namaku Lia’ ini temanku dan tujuan juga ke Jakarta”ucapnya. Akhinya kita saling ngobrol2 dan ternyata tadi adalah kakanya yang bekerja di kota ini dan Lia setiap 6 bulan sekali datang bersama temanya untuk melepas rindu sama sang kakaknya yang selalu membatunya.

Besok pagi disaat waktu makan pagi aku melihat Lia bersama temanya sedang menuju ruang makan..aku melihat dari belakang…hmmmm berisi juga neh pantatnya, padahal sudah di tutupi gaun yang menutupi sampai mata kaki neh’ujarku dalam hati…langsung aku menemuinya dan kita makan bersama-sama 1 meja..sambil aku ngelirik ke arahnya…wow…sempat aku melihat bentuk payudaranya yang ditutupi oleh jilbab dan bajunya …lumayan mengkal neh…waduh jadi pikiran kotor neh…Lia, di kelas 1 juga yach”tanyaku…”tidak mas aku ambil di kelas 2 aja kok”jawabnya sambil senyumnya mengembang dari bibirnya yang tipis dan basah..”ooohhh kalo aku di kelas 1, abis sendirian aja sih…pengen tenang dan rileks aja”ucapku sekenanya.. Lia juga sendiri kok, dari tadi malam belum ada penumpang yang sekamar dengan lia, jadinya lia Cuma ditemani adikku aja neh’sahutnya..oh gitu yach…brarti aku bisa dong main2 ke kamarmu”tanyaku. “ bisa aja kok, kita khan di satu gang..tadi malam mas khan sempat keluar aku melihat kok”ujarnya…oh ya…aku mo cari rokok tuch semalam”sahutku lagi.

Setelah selesai makan pagi, kita bersama-sama jalan di koridor kapal sambil bercerita dan diiringi guyonan kecil-kecil..karena di luar koridor..angin cukup kencang…maka saat aku berjalan disampingnya…hmmm aku mencium bau wangi yang sangat harum dan melihat putihnya leher cewek berjilbab ini…oh seandainya aku dapat menidurinya…”bisikku di dalam hati.

Hari kedua belum terjadi apa2 diantara kami, namun setelah makan sore…iseng-iseng aku mengetuk pintu kamarnya “Lia, ini aku andi…boleh aku masuk,”tanyaku. Tak lama kemudian pintu terbuka dan muncul kepalanya yang ditutupi oleh jilbab seadanya dan menggunakan terusan daster…hmmm aku liat dia..tidak mengurangi kecantikan dan kemontokannya kok..”silahkan masuk mas,”ujarnya pelan…Maaf teman aku baru aja tidur” sahutnya.

Dikarenakan kita nggak mau mengganggu adiknya, so kita duduk di satu tempat tidur yang lain. sambil bercerita.

Aku mencuri pandang memperhatikan tubuhnya ssat kami berbincang-bincang, "ohhhh…semakin lama disini aku semakin tidak kuat menahan birahi ku..”ujarku didalam hati.

Saat kita sedang bercerita, tanpa disengaja dasternya tersingkap sampai lututnya. Dengan spontan aku mengatakan,”mulus sekali kakimu lia yah..pasti kamu rawat dengan baik dan secara sempurnanya,”ujarku sambil tanganku mengelus-elus betisnya…secara refleks..langsung dia menarik kakinya dari tanganku…sambil berujar..ah mas Andi bisa-bisa aja nih”, senyumnya mengembang dari bibirnya yang tipis dan basah tanpa diolesi lipstik, mungkin dia belum sempat bersolek hingga aku datang, namun aku tetap memegang betisnya dan bahkan menggeser kan tanganku keatas.

"ah Mas…jangan gitu ach…nggak enak neh…”, sahutnya…namun aku tak berkata-kata lagi, langsung aku sibakkan dasternya sampai ke pahanya dan langsung kuciumi dan kujilati pahanya, sluuurrrppp.. "Ohhhhhh Mass jangan dong…” ujarnya, namun Lia tidak menarik pahanya dari mulutku, tanganya malahan memegang kepalaku dan seolah-olah menekan–nekan hingga kepalaku semakin terbenam disana sluurrrppp…slururrpppp.

"ssshh hh…oh mas…jjaannn…gannn….”pekik lia pelan diiringi desahan, namun aku tetap melanjutkan jilatanku sampai ke pangkal pahanya dan secara cepat aku menarik celana dalamnya turun dan sluuurrrppp ku jilati memeknya yang penuh dengan bulu-bulu, "oohhhh mas andiii.oohhh…”desahnya. Kujilati itilnya slururpp.sluruppp..shhhh…ohhh mass…aduuuhhh…ahhhh…jeritnya pelan…setelah sekitar 15 menit aku bermain lidahku di memeknya..langsung aku memberhentikan kegiatanku dan kuangkat kepalaku keatas…kulihat Lia memejam matanya menahan kenikmatan yang baru dia rasakan..ohhh aku liat begitu indah pemandangan didepanku. Ibu muda, cantik dan berjilbab menggunakan daster setengah telanjang sedang menanti kontol. langsung ku hampiri bibirnya yang sedari kemarin aku inginkan kita langsung bersilat lidah, tak lupa tanganku menggerayangi payudaranya dari luar dasternya "ohhh mas..pintar sekali kamu, ohhhh..achhh.. ku turunin lidahku menuju payudaranya dan ku gigit2 kecil dari luar dasternya. "ohh..mass…cepaattt…n anti adikku bangun”, bisiknya pelan. Langsung tanpa ada yang perintah, kubuka celana panjang dan sekalian celana dalamku.

"upps…besar sekali mas punyamu”, sahutnya.silahkan lia apa yang kamu inginkan…”ujarku. Lia langsung menyodorkan mulutnya dan menghisap kontolku dengan mahirnya, "ugghhhhff Lia kamu pintar juga yach…sama suamimu juga sering beginian yach?".

"nggak masss jarang kok..." setelah sekian menit, aku langsung memberhentikan isapannya pada kontolku dan langsung menaikkan dasternya tanpa melepas jilbabnya…dan Lia membuka kedua pahanya menanti kontolku memasuki dirinya…ayok mas..cepatan ohhggghh…pelan-pelan kutempelkan kontolku di permukaan memeknya…oufghhhh…baru aja kepala kontolku masuk…udah terasa nikmat…dooorong mas…enaeekkk mass…oughhhh…kudorong pelan-pelan masuk…dan bleeeeeeeeeesss..ughhf akhirnya masuk semua kontolku kedalam memeknya..kudiami beberapa saat..dan mulailah ku pompa kontolku di dalam memeknya…srooopp..croopppp…sle rrrrppp…ohhh…enak sekali memekmu lia…..iiyyyyaa…kontolmu juga enak mass….oohhh…terusin mass…. Aku sengaja tidak membuka jilbab dan dasternya…takut kalo temanku tiba-tiba bangun….teruuusss mass…yang cepatt…ooohhh…sruuuppp…sreettt …croooppp..celllelel ppp..belle…aku pompa terus memeknya sampai kira-kira setengah jam…kulihat Lia sudah mulai tanda-tanda mau keluar…oohhh mass…cepatannnn..lia udah mo keluar….sabarr yah..mas juga udah mau keluar yah…uggghh lia..kita sama-sama keluarin yah…ooohhhsllluuppp…oohhh…achh hh…akhirnya lia telah keluar dan semenit kemudian menyusul aku menyemprotkan air mani ku ke memeknya..crootttt..corroooot. corootttttt…uuffhhhh ..mas banyak sekali air manimu neh…setelah kita tenang…langsung lia ke kamar mandi membersihkan air mani ku yang mulai meleleh di pahanya…aku menunggu dia keluar dari kamar mandi dan aku bilang minta maaf yah..bahwa aku kebawa nafsu sih…dia bilang nggak apa2 kok…sama dengan dia juga…aku mohon izin untuk kembali ke kamarku dulu dikarenakan jam sudah menunjukan pukul 10 malam.